Fakta historis mencatat gerakan mahasiswa berperan penting dalam perubahan masyarakat Indonesia. Organisasi pergerakan modern pertama di Indonesia, Boedi Oetomo yang didirikan oleh pelajar STOVIA pada tahun 1908 dijadikan titik awal kebangkitan generasi cerdas cendikia. Keinsyafan dan kepahaman akan kesejahteraan rakyat dan impian kemerdekaan nasional menjadi titik tolak lahirnya kesadaran kebangsaan. Baca entri selengkapnya »
PAHLAWAN
November 12, 2007Beberapa hari kemarin seakan dari kita banyak yang sudah lupa…. ya tanggal 10 November dulu kita selalu memperingati sebagai Hari Pahlawan. Namun hingar bingar tentang peringatan itu semakin hari semakin menurun bahkan mungkin lupa.
Sebenarnya siapasih yang disebut pahlawan itu?temen saya ngomong pahlawan itu orang yang memperjuangkan nasib bangsa ini kearah yang lebih baik, tapi di endingnya mati. Mangkanya orang akan selalu mengingat kematianya?Apa ya seperti itu? pahlawan memang sangat sulit untuk mendefinisikan, namun yang pasti siapapun yang memiliki jasa ataupun berjasa bagi bangsa ini atau lebih kecil lagi bagi diri kita, sudah selayaknya disebut pahlawan. Gelar pahlawan tidak mesti selalu harus nunggu orang tersebut mati dulu, ketika kita masih bisa menggunakan jasanya mengapa kita tidak sebut dia sebagai pahlawan?
Banyak sekali para Pejuang hidup saat ini yang dengan iklas membantu kita dan menjadi bagian dari kita yabg banyak terlupakan. bayangin aja tukang sapu pinggir jalan-para bapak dan ibu petugas kebersihan- seberapa besar kita menaruh perhatian bagi mereka? Tanpa mereka bisa jadi Indonesia menjadi tempat berkumpulnya sampah, belum lagi petugas keamanan yang selalu menjaga lingkungan, ada lagi para pemulung yang berjuang mati-matian meneruskan hidup, para pedagang kakilima yang selalu saja dikejar-kejarĀ satpol PP, karena dianggap merusak keindahan kota, sangat kasihan sekali nasib mereka.
kita tahu bersama dan mengakui baik langsung maupun tidak, peranan mereka sangat banyak dan besar dalam upaya melakukan perputaran uang di ibu kota namun sangat disayangkan nasib mereka terlunta-lunta. Belum lagi kita menengok nasib para pahlawan devisa kita, mereka dituntut oleh negara untuk membawa milyaran dollar ke negeri ini, namun perhatian yang diberikan pemerintah tidak ada.
sudah saatnya kita selalu menghargai siapapun yang memiliki
ALIRAN SESAT?
November 11, 2007
Fenomena merebaknya aliran sesat yang ahir-ahir ini muncul sedikit banyak menyita perhatian sebagian bangsa ini. Tidak hanya hanya dibicarakan ditingkat warga negara, perhatian pun muncul dari pemerintah, hal ini semakin menarik, bukan berarti saya mengamini sebuah aliran sesat, namun lebih kepada efek ketika sebuah ajaran dikatakan sesat atau menyesatkan. Efek yang ditimbulkan jelas tidak baik, sebagaimana contoh kasus yang terbaru Al-Qiyadah, para pemimpinya ditangkapi, pengikutnya diburu dan jelas hal ini menimbulkan keresahan diantara warga sendiri, tidak dapat dipungkiri saling curiga mencurigai antar satu orang dengan yang lainya pun terjadi.
Rakernas MUI yang berahir kemerin telah mengeluarkan 10 kriteria sebuah aliran dianggap sesat, yaitu:
1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.
Namun demikian penjustifikaian sebuah ajaran sesat tidak serta merta, perlu dikaji dan diteliti. Sehingga kita tidak salah dalam melihat suatu aliran atau ajaran.
Contoh yang lain adalah Penyerangan dan pembakaran rumah warga pengamal ajaran Wahidiyah di Kota Tasikmalaya, pembakaran ini dilakukan salah satunya akibat dari Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Kota Tasikmalaya bahwa Ajaran Wahidiyah sesat dan menyesatkan. Akibat dari hal itu banyak para korban hingga saat ini masih hidup dalam pengungsian dan baik secara psikologis, materiil mereka banyak dirugikan.
Padahal dikota lain bahkan MUI Pusat sampai saat ini belum mengeluarkan Fatwa bahwa Wahidiyah menyesatkan. Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi saya mengapa itu bisa terjadi? apakah Fatwa bisa dikeuarkan oleh MUI Propinsi atau Kabupaten tentang sesat menyesatkan ini?
Kalau memang seperti itu maka kemungkinan kedepan akan banyak sekali sebuah paham ataupun aliran yang dianggap sesat atau menyesatkan, ketika keyakinan dan aliran yang diyakini berbeda dengan yang dimiliki oleh para pengendali fatwa.
Megara menjamin Hak warga negara, lantas dikemanakan hak kita ketika kita berkeyakinan pun harus diatur oleh negara? Perlu kita ingat kemerdekaan kita terwujud dari sebuah perjuangan bersama-sama tanpa memandang perbedaan Suku, Agama, Ras, Golongan dan Keyakinan.
Bijaksanalah dalam melihat suatu perbedaan, jangan langsung ditanggapi dengan emosi, sebab hasilnya hanya akan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Sangat disayangkan memang Indonesia yang dikenal sopan santunya ahir-ahir ini mulai terkikis, Indonesia dikenal dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab jarang dijumpai lagi. yang kita banyak jumpai justru kebiadaban dan tidak mengenal sisi kemanusiaan akibat dari tidak bisa menerima perbedaan diantara kita.
BIJAKSANALAH………………………..
Ditulis oleh syiena
Ditulis oleh syiena
Ditulis oleh syiena