ALIRAN SESAT?

Fenomena merebaknya aliran sesat yang ahir-ahir ini muncul sedikit banyak menyita perhatian sebagian bangsa ini. Tidak hanya hanya dibicarakan ditingkat warga negara, perhatian pun muncul dari pemerintah, hal ini semakin menarik, bukan berarti saya mengamini sebuah aliran sesat, namun lebih kepada efek ketika sebuah ajaran dikatakan sesat atau menyesatkan. Efek yang ditimbulkan jelas tidak baik, sebagaimana contoh kasus yang terbaru Al-Qiyadah, para pemimpinya ditangkapi, pengikutnya diburu dan jelas hal ini menimbulkan keresahan diantara warga sendiri, tidak dapat dipungkiri saling curiga mencurigai antar satu orang dengan yang lainya pun terjadi.

Rakernas MUI yang berahir kemerin telah mengeluarkan 10 kriteria sebuah aliran dianggap sesat, yaitu:

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Namun demikian penjustifikaian sebuah ajaran sesat tidak serta merta, perlu dikaji dan diteliti. Sehingga kita tidak salah dalam melihat suatu aliran atau ajaran.

Contoh yang lain adalah Penyerangan dan pembakaran rumah warga pengamal ajaran Wahidiyah di Kota Tasikmalaya, pembakaran ini dilakukan salah satunya akibat dari Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Kota Tasikmalaya bahwa Ajaran Wahidiyah sesat dan menyesatkan. Akibat dari hal itu banyak para korban hingga saat ini masih hidup dalam pengungsian dan baik secara psikologis, materiil mereka banyak dirugikan.

Padahal dikota lain bahkan MUI Pusat sampai saat ini belum mengeluarkan Fatwa bahwa Wahidiyah menyesatkan. Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi saya mengapa itu bisa terjadi? apakah Fatwa bisa dikeuarkan oleh MUI Propinsi atau Kabupaten tentang sesat menyesatkan ini?

Kalau memang seperti itu maka kemungkinan kedepan akan banyak sekali sebuah paham ataupun aliran yang dianggap sesat atau menyesatkan, ketika keyakinan dan aliran yang diyakini berbeda dengan yang dimiliki oleh para pengendali fatwa.

Megara menjamin Hak warga negara, lantas dikemanakan hak kita ketika kita berkeyakinan pun harus diatur oleh negara? Perlu kita ingat kemerdekaan kita terwujud dari sebuah perjuangan bersama-sama tanpa memandang perbedaan Suku, Agama, Ras, Golongan dan Keyakinan.

Bijaksanalah dalam melihat suatu perbedaan, jangan langsung ditanggapi dengan emosi, sebab hasilnya hanya akan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Sangat disayangkan memang Indonesia yang dikenal sopan santunya ahir-ahir ini mulai terkikis, Indonesia dikenal dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab jarang dijumpai lagi. yang kita banyak jumpai justru kebiadaban dan tidak mengenal sisi kemanusiaan akibat dari tidak bisa menerima perbedaan diantara kita.

BIJAKSANALAH………………………..

Satu Balasan ke ALIRAN SESAT?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: