Whistle Blower = Pembuka Aib????

Perkembangan dunia hukum dan penegakan supermasi hukum di negara ini semakin hari semakin sulit dimengerti. Banyak kasus yang melibatkan orang kecil dipaksakan maju ke meja hijau, sementara banyak para pejabat atau “orang ternama” yang tersandung kasus besar tetap bebas berkeliaran. lembaga negara pun semakin berkembang dan bertambah jumlahnya, yang secara otomatis ini akan semakin menguras APBN kita. tapi bukan masalah APBN yang ingin saya bicarakan disini, namun tentang perilaku dan tata tutur dari peabat kita.

banyak istilah baru ahir-ahir ini menjadi terbiasa ditelinga kita, mulai dari reformasi, transparansi, korupsi, sampe terahir sangat sering kita dengar yaitu Whistle Blower. banyak makna dan arti dari kata tersebut.  Nah, kebetulan pas surfing-surfing ada tulisan bagus di blog, blognya  http://nasyatasoma.blogspot.com/2011/07/pembuka-aib.html blog ini kayaknya masih baru tapi tulisanya cukupmenarik. tulisan lengkapnya seperti ini:

Pembuka Aib

Itulah kata pertama pada judul sebuah berita yang ditulis di kompas hari ini (20 Juli 2011). Pada baris kedua dari judul ditulis “Disepakati Penguatan Perlindungan” dan dimuat dihalaman 2 pada rubrik Politik&Hukum. Kalaupun boleh digabungkan mungkin bunyinya akan seperti ini PEMBUKA AIB Disepakati Penguatan Perlindungan.
Dengan judul seperti itu yang ada dalam pikiran saya adalah arti yang berbeda, yaitu adanya kesepakatan untuk menguatkan pemberian perlindungan bagi pembuka aib -dan entah mengapa kompas lebih memblowup istilah ini-. Bila dilihat dari isi beritanya adalah berita tentang adanya kesepakatan dari enam lembaga aparat penegak hukum di Indonesia untuk memperkuat perlindungan kepada justice collaborator atau pelaku kejahatan yang mau kerjasama dalam mengungkap kejahatan. Langkah ini penting untuk membongkar kejahatan terorganisir yang selama ini sulit dideteksi dengan prosedur biasa.
Yang menarik adalah tulisan pada paragraf keempat yang berbunyi “Harifin A Tumpa menjelaskan, whistle blower (pembuka aib) sebagai justice collaborator………”. Saya tidak akan masuk dalam istilah whisteblower dan justice collabor, saya hanya fokuskan pada kata whistleblower sebagai pembuka aib yang digambarkan oleh Ketua Mahkamah Agung tersebut, jadi menurut saya ini lebih menarik. Memang sebelumnya telah ada beberapa definisi untuk menggambarkan seorang whistleblower seperti peniup peluit, pemukul kentongan maupun peniup terompet yang juga dikeluarkan oleh para petinggi lembaga, seperti KPK, Satgas PMH dan LPSK. Tapi baru definisi sebagai pembuka aib ini yang menurut saya sedikit berbeda “rasa” dengan istilah lain-atau mungkin karena muncul sebagai istilah paling baru-.
Alasan bahwa definisi ini cukup manarikuntuk ditinjau kembali pertama karena kata pembuka aib langsung berkonotasi dengan hal negatif. Dalam pendidikan etika dan agama, aib adalah sesuatu yang sudah seharusnya disembunyikan. Seperti dalam ajaran agama Islam diajarkan kepada umatnya untuk lebih menjaga kepercayaan dengan tetap menjaga rahasia dan tidak membuka aib sesama saudara. Dengan membuka aib sesama saudara maka berarti kita akan menyakitinya dengan cara mempermalukan dia, dan saya tidak merasa perlu untuk menjelaskan apa hukumnya bagi orang yang menyakiti orang lain karena fokus kita bukan disitu. Yang pasti bahwa konotasi pembuka aib dipandang dari sisi ini bisa dikatakan sebagai “orang yang tidak baik”.
Kedua masih terkait dengan konotasi negatif dari kata pembuka aib ini yang bertentangan dengan pasal 10 ayat (3) UU No.13 Tahun 2006 yang berbunyi “Ketentuan dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku terhadap Saksi, Korban dan Pelapor yang memberikan keterangan tidak dengan iktikad baik”. Kontradiksi terjadi antara kata pembuka aib (yang berkonotasi negatif) dengan kata iktikad baik. Tentu saja dalam bahasa umum yang sering dipahami sebagai bahasa awam ketika seseorang telah membuka aib orang lain sudah pasti tidak ada iktikad baik didalamnya.
ketiga, kata pembuka aib juga berbeda “rasa” dengan kata peniup terompet, peniup peluit ataupun pemukul kentongan. Rasa yang dikeluarkan oleh istilah peniup terompet, peniup peluit maupun pemukul kentongan adalah rasa yang positif yaitu mereka sebagai pemberi tanda atau peringatan. Sementara pembuka aib adalah rasa “negatif” karena sudah semestinya aib itu disembunyikan. Mungkin perlu sedikit dibedakan bahwa sebenarnya kata aib dan pidana itu tidaklah dalam ranah yang sama, yang artinya bahwa tindakan yang menimbulkan aib dengan tindakan pidana itu adalah satu hal yang berbeda. Keduanya harus difahami dalam konteks yang berbeda pula.
Semoga saja apa yang di istilahkan Ketua Mahakamah Agung tersebut bukanlah sebuah sikap pesimistis terhadap tujuan untuk memberikan perlindungan kepada wistleblower yang juga sebagai justice collabor. Penggambaran mereka sebagai pembuka aib, semoga tidak menjadi label negatif bagi para wistleblower yang juga justice collabor dalam lingkungan pengadilan. Semoga.

sumber: http://nasyatasoma.blogspot.com/2011/07/pembuka-aib.html

tuh kan keren.. mantapdah pokoknya, semakin membuka mata kita ternyata ya pejabat kita seperti itu, semoga kedepannya akan banyak perubahan kearah yang lebih baik, tidak hanya sekedar mementingkan dirisendiri, tapi lebih mengutamakan kepentingan rakyat. amin…

5 Balasan ke Whistle Blower = Pembuka Aib????

  1. bokar tambak mengatakan:

    Barangsiapa yg membuka aib seseorang, Allah akan membuka aibnya. Knp tak boleh membuka aib org, krn dosa tdk bisa diwariskan, masing masing kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita di depan Allah swt.

  2. Leopoldo mengatakan:

    Thee coffee constantly preferences absolutely great made that way and additionally really definitely will
    give your a jolt each day nevertheless it is a particular espresso maker not a coffee maker therrefore not ideal for people whoo like the mug of coffee each day.
    I love my bialetti espresso maker and additionally know it probably produces the very best coffee oof all the another options adound and
    right nnow we need relocated at my brand new houe containing a fuel cooker im going to make the
    work in order to make use of it much more often.

  3. clarinet-club.com mengatakan:

    gibt es werden kannNein stark bezweifle die Tatsache, dass, a
    standard Größe Mädchen kannjetzt. La Martina Poloshirt gibt es
    seit Kurzem gibt eswind viele unzählige Fortsetzung wissen Methoden fashion,
    Entwickler. Die meisten unknown nah niee angesehen saugen Form hausgemachte Schuhe oder Stiefel vor.
    Basic Farbe allgemein notwendig und kann Angebot Übernachtungen Kleiderin samtig.
    Mit geeignet Kleidung überseine soll Funktion, spiegelt in ihrm Geeignet Kern.

  4. www.arxiv1.org mengatakan:

    Die Arneit der Kunst passiert zu sein die stylevon Form-trends.

    die Höhe der Fall SieSiehe, jederperson aals Teil derDieStraße
    in a hip- Verschleiß. IHoffnung sie entdecken siee die lohnt sich Art, Beratung
    für Damen wertvolle Polohemd Ralph Lauren a bunch of Maisuchen dies isst warum
    information technology, viel einfacherzu holen Sie sich gekleidet.
    innen von a Industrie Welche Art von Bereiche eine Mege Vorteilee im gesamten sortiertvon dressing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: